Figur terkemuka oposisi Mesir, Hamdeen Sabahi menyampaikan hal tersebut sementara jutaan demonstran turun ke jalan-jalan untuk menyerukan Morsi lengser. Ini merupakan aksi demo terbesar di Mesir sejak revolusi 2011 yang menggulingkan Presiden Hosni Mubarak dan membuat Morsi berkuasa.
"Angkatan bersenjata harus bertindak, karena mereka selalu berpihak pada rakyat yang telah mengungkapkan keinginan mereka," kata Sabahi seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (1/7/2013).
Sabahi yang menjadi kandidat sayap kiri nasionalis, berada di urutan ketiga dalam pemilihan presiden Mesir 2012 lalu.
"Warga Mesir mempercayai militer dan pemimpinnya, Jenderal Abdel Fattah al-Sisi sendiri telah menyatakan dia akan menghormati keinginan rakyat," tuturnya. "Rakyat bertanya-tanya di mana militer dan menunggu Jenderal Sisi untuk menepati ucapannya," tandasnya.
Pekan lalu, Jenderal Sisi yang menjabat Menteri Pertahanan, mengingatkan bahwa militer bisa bertindak jika kekerasan serius terjadi antara para pendukung dan penentang Presiden Morsi.
"Militer punya kewajiban untuk mengintervensi guna mencegah Mesir jatuh ke dalam kegelapan konflik dan perserteruan," tegasnya namun tidak menyebutkan pihak mana yang akan didukung militer.
(ita/nrl)











































