Di Kantor Parlemen, Anggota DPR Filipina Tembak Dadanya Sendiri

Di Kantor Parlemen, Anggota DPR Filipina Tembak Dadanya Sendiri

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 29 Jun 2013 17:55 WIB
Di Kantor Parlemen, Anggota DPR Filipina Tembak Dadanya Sendiri
Ilustrasi
Manila - Seorang politikus Filipina menembak dirinya sendiri di kantornya. Beruntung, dia berhasil selamat. Namun insiden ini menyisakan misteri soal bagaimana bisa senjata api lolos masuk ke dalam gedung parlemen.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (29/6/2013), politikus bernama Benjo Benaldo ini masih dirawat di rumah sakit pasca insiden ini. Namun dilaporkan, dia dalam kondisi stabil.

Yang jelas, kepolisian Filipina tengah melakukan investigasi mendalam terhadap insiden ini. Sebab, parlemen Filipina melarang adanya senjata api di dalam gedungnya. Selain itu, izin kepemilikan senjata api tersebut sudah kedaluwarsa atau habis masanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia bisa dijerat dakwaan... tapi biarkan kami selesaikan penyelidikan ini satu per satu," ujar juru bicara kepolisian nasional Filipina, Inspektur Senior Reuben Sindac.

Insiden ini terjadi pada Kamis (27/6) malam, ketika Benaldo sedang seorang diri di dalam kantornya. Dengan menggunakan pistol Sig Sauer 9mm, Benaldo menembak dirinya di bagian dada.

Benaldo kemudian dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi terluka. Syukurlah, dia berhasil selamat dengan luka tembak yang nyaris mengenai jantungnya.

Motif Benaldo melakukan aksi ini belum diketahui pasti. Tidak jelas juga apakah insiden ini murni kecelakaan atau Benaldo memang berniat untuk bunuh diri.

Namun ada sejumlah hal yang diduga memicu aksi nekat Benaldo. Pertama, Benaldo harus mengakhiri masa jabatannya sebagai anggota parlemen pada akhir Juni ini. Kedua, dia dikabarkan sedang ada masalah rumah tangga dengan istrinya.

Kepemilikan senjata api di Filipina diatur dengan izin dan dokumen resmi. Saat kejadian, izin yang dimiliki Benaldo diketahui sudah berakhir masa berlakunya pada Maret 2012 lalu.

Sedangkan parlemen sendiri melarang siapa saja membawa senjata api ke dalam gedungnya. Namun sayangnya, terhadap setiap anggota parlemen yang masuk, tidak dilakukan pemeriksaan baik secara langsung maupun melalui metal detetctor. Tentu saja ini mempermudah anggota parlemen membawa masuk senjata ke dalam kantornya.

(nvc/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini