Tagihan Listrik Membengkak, Pria Sri Lanka Tewas Jantungan

Tagihan Listrik Membengkak, Pria Sri Lanka Tewas Jantungan

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 29 Jun 2013 16:52 WIB
Tagihan Listrik Membengkak, Pria Sri Lanka Tewas Jantungan
Ilustrasi (Straits Times)
Kolombo - Kaget melihat tagihan listrik yang membengkak, seorang pria di Sri Lanka terkena serangan jantung. Tragis! Pria ini akhirnya meninggal dunia.

Pria berusia 61 tahun ini tengah memprotes tagihan listriknya tiba-tiba membengkak dan lebih banyak dari biasanya. Dia mendatangi kantor pusat Dinas Listrik Ceylon di Kolombo, pada Jumat (28/6).

Pihak dinas listrik pun menjelaskan bahwa tagihan listrik pria tersebut menjadi lebih banyak karena adanya kenaikan tarif listrik sejak bulan lalu. Tiba-tiba, pria yang diidentifikasi bernama SP Samaradasa ini pun pingsan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masih berada di kantor pusat Dinas Listrik, Samaradasa jatuh dari kursi dan tergeletak di lantai. Demikian seperti diberitakan media setempat, Ceylon Today dan dilansir AFP, Sabtu (29/6/2013).

Tidak disebutkan secara pasti berapa jumlah tagihan listrik Samaradasa. Namun surat kabar setempat menyatakan, jumlahnya hampir sama besar dengan separuh kenaikan tarif listrik.

Surat kabar setempat, Ceylon Today memberitakan insiden ini pada halaman depannya dengan judul 'Tarif Listrik Memakan Korban Pertamanya'.

"Penyebab kematian diidentifikasi karena serangan jantung," tulis surat kabar tersebut. Samaradasa dinyatakan meninggal dunia ketika dibawa ke rumah sakit setempat.

Sri Lanka memang dikenal sebagai salah satu negara dengan tarif listrik termahal di kawasan Asia. Untuk setiap kilowatt, memakan biaya 47 Rupee Sri Lanka setara Rp 3.577 per jam.

Sekitar dua pertiga aliran listrik di Sri Lanka berasal dari pembangkit tenaga batu bara atau minyak. Sedangkan sisanya menggunakan pembangkit tenaga air, namun dengan kelemahan tidak bisa digunakan saat musim kering melanda.

(nvc/gah)


Berita Terkait