Pernyataan ini disampaikan Kementerian Luar Negeri Rusia menyusul tudingan yang dilontarkan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Saud al-Faisal. Saud al-Faisal menyebut Rusia bertanggung jawab atas pembantaian massal yang terjadi di Suriah. Ini karena Rusia memberikan bantuan militer bagi rezim Presiden Assad.
"Tentu saja, kami tidak akan membela diri kami atas orang lain. Posisi kami terhadap Suriah sudah sangat jelas," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia seperti dilansir AFP, Jumat (28/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tindakan semacam itu harus dihentikan," tandas Kementerian Luar Negeri Rusia.
Selama ini, Presiden Assad menyebut kelompok oposisi bersenjata sebagai teroris yang dibantu oleh pihak asing. Nampaknya, Rusia juga menggunakan istilah yang sama. Sejak konflik pecah pada Maret 2011 lalu, Rusia memang memasok senjata untuk sekutu dekatnya Suriah dengan kesepakatan yang ditandatangani.
Aksi ini memicu resolusi PBB yang mengecam aksi-aksi kekerasan Assad terhadap rakyatnya sendiri. Menurut organisasi HAM internasional, konflik Suriah yang telah berlangsung 27 bulan ini telah memakan korban jiwa lebih dari 100 ribu orang.
(nvc/ita)











































