"Kami telah menerima informasi kematian 16 pria dari Harasta karena penyiksaan di tangan pasukan rezim," demikian disampaikan kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (28/6/2013).
Puluhan ribu orang diyakini ditahan di penjara-penjara Suriah. Kelompok-kelompok HAM telah mengecam rezim Presiden Bashar al-Assad atas praktik penyiksaan para tahanan secara sistemik tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini terjadi terlalu sering, bahwa jasad para tahanan dengan tanda-tanda penyiksaan diserahkan ke keluarga mereka," tutur direktur Observatory Rami Abdel Rahman kepada kantor berita AFP, Jumat (28/6/2013).
"Saya mengkhawatirkan nyawa ribuan tahanan lainnya," imbuhnya.
Menurut Abdel Rahman, aparat keamanan Suriah juga kerap mengancam keluarga para tahanan yang dibunuh agar merahasiakan hal tersebut. "Sering terjadi bahwa seorang tahanan yang disiksa hingga tewas, dikuburkan secara diam-diam karena ancaman pasukan keamanan pada keluarga," kata Abdel Rahman.
Harasta dan kota-kota yang menjadi basis pemberontak lainnya dekat Damaskus, menjadi target serangan militer Suriah dalam beberapa pekan terakhir. Menurut Observatory, lebih dari 100 ribu orang telah tewas selama konflik Suriah yang telah berlangsung 27 bulan.
(ita/nwk)











































