"Wanita ini membekukan jasad ibunya dan menyimpannya selama seminggu. Dia tidak bisa berpisah dengan ibunya," ujar juru bicara kepolisian setempat, Esther Boot, seperti dilansir news.com.au, Kamis (27/6/2013).
Hal ini terungkap ketika kerabat wanita tersebut menghubungi polisi. Mereka mengaku tidak bisa lagi menyimpan rahasia bahwa ada mayat di dalam lemari pendingin di rumah yang berada di kota Kamperland, Belanda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada indikasi bahwa ibunya meninggal karena sebab-sebab tidak wajar, tapi jasadnya tetap diautopsi," jelas Boot.
Polisi juga membawa wanita tersebut ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. Tidak hanya itu, wanita tersebut juga diperiksa kejiwaannya sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.
Menurut polisi, si wanita tersebut terlalu sedih karena ibundanya meninggal dunia dan dia tidak bisa merelakannya pergi. "Dia ingin tetap dekat dengan ibunya," imbuh Boot.
Wanita ini sudah tinggal bersama ibunya selama 17 tahun. Ketika sang ibu sakit, wanita ini merawatnya siang dan malam. Hal ini yang membuatnya tidak bisa berpisah.
"Kami tidak tahu apakah akan ada proses hukum dalam kasus ini, itu tergantung pada jaksa. Namun secara teknis, merupakan kejahatan untuk menyimpan mayat di dalam kulkas," tandas Boot.
(nvc/ita)











































