Serangan Bom di Pakistan Tewaskan 10 Orang, Hakim Senior Luka Parah

Serangan Bom di Pakistan Tewaskan 10 Orang, Hakim Senior Luka Parah

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 26 Jun 2013 16:51 WIB
Karachi, - Lagi-lagi serangan bom di Pakistan. Sebanyak 10 orang tewas dan 9 orang lainnya luka-luka akibat dua ledakan bom di tempat terpisah hari ini.

Ledakan bom pertama terjadi di kota Karachi dan menargetkan seorang hakim senior bernama Maqbool Baqir. Akibat insiden ini, hakim senior di Pengadilan Tinggi di provinsi Sindh, Karachi itu menderita luka-luka parah.

Serangan bom itu menewaskan tujuh orang yang tengah melintas di jalan ramai saat jam sibuk di pagi hari tersebut. Bom yang ditaruh di atas sebuah motor itu, meledak ketika kendaraan yang mengangkut Baqir melintas di Jalan Burns di jantung kota Karachi bersama rombongan pasukan keamanannya. Bom itu diledakkan dengan menggunakan remote control.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menurut informasi awal, tujuh orang tewas," kata menteri informasi Sindh Sharjeel Memon kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (26/6/2013).

Dikatakannya, seorang perwira dari unit paramiliter Rangers termasuk di antara korban tewas. Dia ikut mengawal kendaraan Baqir.

Menurut kepolisian setempat, Baqir saat ini dirawat di rumah sakit dan mengalami luka-luka parah. Sopirnya juga tewas dalam serangan bom itu.

Sementara itu, ledakan bom juga terjadi di Jani Khel, distrik Bannu, barat laut Pakistan. Ledakan bom itu menewaskan tiga orang, yakni Malik Hashim Khan, kepala milisi kesukuan pro-pemerintah beserta saudara laki-lakinya dan seorang keponakannya yang tengah berada dalam sebuah mobil.

"Itu bom berkekuatan besar yang menghancurkan kendaraan itu sepenuhnya. Malik Hashim, saudara laki-lakinya dan keponakannya tewas di tempat," kata seorang polisi.

Disebutkan bahwa kondisi ketiga korban sangat mengenaskan karena jasad mereka hancur, tak bisa dikenali.



(ita/nwk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini