Kedua pemimpin tersebut juga membahas Suriah dan perlunya untuk memberikan dukungan lebih bagi para pemberontak Suriah.
Dalam statemennya, Gedung Putih menyatakan, Erdogan menceritakan kepada Obama mengenai situasi di Turki.
"Kedua pemimpin membahas pentingnya non-kekerasan dan hak-hak untuk kebebasan berekspresi dan berkumpul serta kebebasan pers," demikian disampaikan Gedung Putih seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (25/6/2013).
Gedung Putih juga menyebutkan, kedua pemimpin itu juga membahas konflik Suriah. Termasuk mengenai penggunaan senjata kimia oleh pasukan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad terhadap rakyatnya sendiri.
Sebelumnya, pemerintah AS menyampaikan keprihatinan atas kekerasan yang dilakukan aparat polisi Turki terhadap para demonstran antipemerintah. Namun pemerintah Turki bersikeras bahwa aparatnya telah menangani aksi demo besar-besaran itu dengan semestinya.
(ita/nrl)











































