"Republik Islam Iran mengecam setiap tindakan ekstremisme dan kekerasan yang bertentangan dengan Islam dan prinsip-prinsip Islam," demikian statemen yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Iran seperti dilansir Press TV, Selasa (25/6/2013).
Ditegaskan kementerian, pemerintah Iran yakin bahwa bangsa Mesir lewat para pemimpinnya yang bijak, akan mampu menangkal plot Zionis untuk menciptakan perpecahan antara Islam dan Kristen. Iran juga yakin pemerintah Mesir akan mewaspadai dan menangkal upaya-upaya untuk memicu permusuhan di antara umat muslim
Pada Minggu (23/6) lalu, sekelompok ekstremis takfiri menyerang rumah seorang ulama Syiah di sebuah desa di Provinsi Giza, dekat Kairo. Sang ulama dan tiga pengikutnya dibunuh setelah rumah tersebut dikepung ratusan orang, yang bersumpah akan membunuh mereka karena merupakan kaum Syiah.
Usai dibunuh, jasad-jasad korban diseret ke jalan oleh para ekstremis takfiri. Kaum takfiri berkeyakinan bahwa interpretasi Islam mereka adalah yang paling benar, sementara semua umat muslim lainnya adalah kafir.
Atas pembantaian warga Syiah itu, Perdana Menteri Mesir Hesham Kandil mengutuk keras dan mengatakan, dirinya mengikuti dengan seksama penyelidikan atas insiden itu. Dia juga berjanji bahwa para pelaku akan dihukum berat.
(ita/nrl)











































