Militer Akan Dikerahkan Jika Kekerasan Terus Terjadi di Mesir

Militer Akan Dikerahkan Jika Kekerasan Terus Terjadi di Mesir

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 24 Jun 2013 15:55 WIB
Militer Akan Dikerahkan Jika Kekerasan Terus Terjadi di Mesir
kerusuhan di Mesir (AFP)
Kairo, - Mesir kembali rusuh. Menteri Pertahanan Mesir Abdel Fattah al-Sisi mengingatkan, militer akan dikerahkan jika kekerasan terus terjadi di negeri itu. Peringatan ini disampaikan pemerintah Mesir seiring rencana oposisi untuk menggelar aksi demo besar-besaran pada 30 Juni mendatang.

"Angkatan bersenjata punya kewajiban untuk mengintervensi guna menghentikan Mesir jatuh ke dalam kegelapan konflik dan perkelahian," kata menteri Mesir itu seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (24/6/2013).

Ditegaskan Sisi, tugas militer adalah bertindak untuk mencegah kekacauan. Pejabat tinggi pemerintah Mesir itu pun mengajak seluruh warga Mesir untuk mengesampingkan perbedaan-perbedaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Adalah tugas nasional dan moral militer untuk mengintervensi... guna mencegah kekerasan sektarian ataupun kejatuhan institusi negara," tegas Sisi dalam pertemuan dengan para tentara Mesir.

Perpecahan antara para pendukung Presiden Mesir Mohamed Morsi dengan kubu oposisi kian meningkat belakangan ini. Bahkan dua orang tewas dalam insiden bentrokan terpisah antara kelompok pendukung Morsi dengan oposisi.

Tokoh senior oposisi Mesir, Mohamed El Baradei pun menyerukan Presiden Morsi untuk mundur dari jabatannya.

"Demi Mesir, saya meminta Presiden Mohamed Morsi untuk mengundurkan diri dan memberikan kami kesempatan untuk memulai fase baru yang didasarkan pada prinsip-prinsip revolusi, yakni kebebasan dan keadilan sosial," tutur El Baradei seperti dilansir AFP.

Ditegaskan El Baradei, aksi demo besar-besaran yang akan digelar pada 30 Juni mendatang, dimaksudkan untuk "memperbaki arah" perlawanan rakyat, yang menggulingkan mantan diktator Hosni Mubarak pada 2011.

Para pemimpin oposisi dan aktivis Mesir telah mengumpulkan jutaan tanda tangan atas petisi yang menyerukan pengunduran diri Morsi. Lewat aksi protes pada 30 Juni mendatang, mereka juga berencana mendesak Morsi untuk menggelar pemilihan presiden yang dipercepat.

(ita/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads