Pesawat milik maskapai Firefly yang dijadwalkan mendarat di Senai, terpaksa terbang berputar dan kembali ke Bandara Subang. Sedangkan pesawat milik AirAsia terpaksa dialihkan ke Bandara Internasional Kuala Lumpur.
Penyebabnya, karena jarak pandang di wilayah Johor Baru, lokasi pendaratan kedua pesawat tersebut, semakin memburuk akibat kabut asap.
"Kami tidak ingin mengambil risiko ketika jarak pandang di bandara hanya mencapai 400 meter pada pukul 11.00 (20/6), dan bisa mengancam keselamatan penumpang," ujar juru bicara Bandara Senai seperti dilansir The Star, Jumat (21/6/2013).
Menuru juru bicara tersebut, aktivitas lepas landas dan pendaratan di Bandara Senai masih normal ketika jarak pandang masih mencapai 3.000 meter. Namun karena jarak pandang semakin menurun, maka sejumlah pesawat yang hendak mendarat atau hendak lepas landas terpaksa dijadwal ulang atau ditunda.
Sementara itu, aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Kuala Lumpur yang ada di Sepang masih berjalan normal. Manajer Senior bandara ini, Datuk Azmi Murad menyatakan, salah satu bandara terbaik di dunia ini belum terpengaruh oleh kabut asap.
"Belum ada gangguan apapun, tapi kami bekerjasama secara erat dengan pihak maskapai untuk memantau situasi," ucapnya.
(nvc/ita)











































