Presiden AS Barack Obama menyebut rencana perundingan ini sebagai "langkah pertama yang penting" guna mengakhiri perang Afghanistan. Namun Obama juga mengingatkan jalan masih panjang dan berliku.
Pejabat-pejabat AS berencana bertemu dengan perwakilan Taliban di kantor kelompok itu yang baru dibuka di Qatar. Pertemuan itu untuk membahas jalan keluar yang lebih damai atas perang satu dekade di Afghanistan, yang dimulai sejak serangan teroris 11 September 2001 di AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini langkah pertama yang penting menuju rekonsiliasi. Meskipun ini langkah yang masih sangat dini -- kita perkirakan akan ada banyak benturan di jalan -- namuan fakta bahwa pihak-pihak punya kesempatan untuk berbicara dan membahas masa depan Afghanistan, saya pikir sangatlah penting," tandas Obama.
Namun Obama menegaskan, Taliban nantinya harus "menerima konstitusi Afghan yang memutuskan hubungan dengan Al-Qaeda, mengakhiri kekerasan dan berkomitmen pada perlindungan kaum wanita dan minoritas di negeri itu."
Obama pun memuji Presiden Afghan Hamid Karzai yang "mengambil langkah berani ini" dan menyatakan Washington akan mendukung proses perdamaian dengan bermitra bersama Kabul. Obama juga menambahkan, proses perdamaian ini pastinya tak akan mudah ataupun cepat.
(ita/nrl)











































