Selain menewaskan 120 orang, kebakaran yang terjadi pada Senin, 3 Juni tersebut juga melukai setidaknya 70 orang. Insiden ini menuai kemarahan publik China. Sebabnya, beredar kabar bahwa pintu-pintu di pabrik tersebut sengaja dikunci guna mencegah para pekerja pergi ke luar untuk beristirahat.
Korban jiwa begitu banyak karena saat kejadian, hanya satu pintu di gedung tersebut yang dibuka. Sementara pintu-pintu keluar lainnya terkunci.
Pintu-pintu itu sengaja dikunci untuk mencegah para pekerja pergi ke toilet sesukanya atau pergi keluar untuk beristirahat.
"Untuk pergi ke toilet, Anda butuh izin dari pemimpin tim, dan baru kemudian pintu akan dibuka," ujar seorang pekerja pabrik seperti dikutip media China, CCTV dan dilansir AFP, Kamis (6/6/2013).
Menurut media Beijing Times, sekitar 90 persen dari keseluruhan pekerja pabrik tersebut adalah wanita.
Kebakaran ini merupakan yang terburuk di China dalam kurun waktu satu dekade lebih. Sebelumnya pada 25 Desember 2000, kebakaran di pusat perbelanjaan di Luoyang, provinsi Henan menewaskan 309 orang.
(ita/ita)











































