Hanya dalam waktu beberapa jam, Korsel merespons tawaran dialog yang disampaikan menyusul ketegangan militer selama berbulan-bulan di semenanjung Korea. Kementerian Unifikasi Korsel menyatakan, tawaran itu ditanggapi secara positif dan akan segera mengumumkan waktu, tempat dan agenda pertemuan.
Jika terlaksana, ini akan menjadi pembicaraan resmi pertama antara dua Korea itu selama bertahun-tahun ini. Namun meski menyambut perkembangan ini, para analis juga mengingatkan untuk tidak terlalu banyak berharap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontak resmi antara pemerintah Korut dan Korsel telah terhenti sejak Korsel menuduh Korut melancarkan serangan ke kapal-kapal perangnya pada Maret 2010 lalu. Sebanyak 46 personel militer Korsel tewas dalam insiden itu.
Sebelumnya, lewat Komite Reunifikasi Damai Korea, CPRK, pemerintah Korut menawarkan untuk menggelar pembicaraan dengan Korsel mengenai sejumlah isu. Termasuk soal pembukaan kembali zona industri bersama Kaesong. Disebutkan bahwa jika terlaksana, maka waktu dan tempat pertemuan bisa ditentukan sesuai keinginan Korsel.
(ita/ita)










































