Hal tersebut disampaikan Putin dalam konferensi pers bersama usai pertemuan dengan para pemimpin Uni Eropa di Yekaterinburg, Rusia. Dikatakan Putin, intervensi militer asing di Suriah akan menemui kegagalan.
"Kami sekali lagi menekankan bahwa setiap upaya untuk mempengaruhi situasi lewat kekuatan dan intervensi militer langsung, ditakdirkan untuk gagal," cetus Putin seperti dilansir Press TV, Rabu (5/6/2013).
Β
Putin juga mengkritik Uni Eropa karena tidak memperpanjang embargo senjata bagi para militan yang berperang melawan pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya pada 28 Mei lalu, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov mengatakan, Moskow akan tetap dengan rencananya mengirimkan rudal-rudal antipesawat S-300 ke Suriah. Senjata tersebut akan membantu menangkal intervensi ading di Suriah.
Menurut Ryabkov, sistem pertahanan udara tersebut merupakan faktor penstabil yang bisa menghalau pihak-pihak luar yang ingin mencampuri konflik di Suriah. Pemerintah Amerika Serikat, Israel dan sejumlah negara Barat telah memprotes soal rencana pengiriman rudal Rusia tersebut. Moskow pun didesak untuk tidak mengirimkan rudal-rudal tersebut ke Suriah.
(ita/nrl)











































