"Saya melakukan mogok makan dan saya tak akan berhenti sampai kaum muda revolusi yang dipenjara tersebut dibebaskan," kata Mashhour seperti dilansir Press TV, Senin (3/6/2013).
"Kesalahan mereka cuma karena mereka berpartisipasi dalam revolusi damai," imbuh wanita berkacamata tersebut.
Menurut para aktivis, Mashhour bergabung bersama sekitar 20 aktivis muda lainnya, yang mulai melakukan aksi mogok makan sejak 1 Juni lalu. Dalam melakukan aksinya, mereka duduk di areal penjara utama di Sanaa, ibukota Yaman.
Menurut kelompok HAM Yaman, Hood, total 58 demonstran pro-demokrasi yang ikut serta dalam aksi demo melawan Saleh, hingga saat ini terus mendekam di penjara. Bahkan nasib 17 aktivis lainnya tidak diketahui.
"Kami menjenguk para tahanan di penjara utama pada Sabtu, dan melihat situasi sulit mereka dan karenanya memutuskan untuk memulai aksi solidaritas di penjara dan kami tak akan pergi tanpa merela," tegas aktivis pemuda terkemuka Walid al-Ammari. Bahkan diingatkan Ammari, jika para aktivis tak juga dibebaskan, situasi bisa kian memburuk.
Saleh secara resmi lengser dan menyerahkan kekuasaan ke Wakil Presiden Abdrabuh Mansur Hadi pada Februari 2012 lalu. Penyerahan kekuasaan itu terjadi sesuai kesepakatan yang dimediasi oleh Dewan Kerjasama Teluk dan disponsori Arab Saudi pada April 2011. Kesepakatan itu ditandatangani Saleh di Riyadh, Saudi pada 23 November 2011.
(ita/nrl)











































