Menteri Dalam Negeri Prancis Manuel Valls dalam pernyataannya menyebutkan, tersangka ditangkap pada Rabu pagi waktu setempat di wilayah Yvelines, di sebelah barat ibukota Paris.
Pria muda itu ditahan terkait serangan pada Sabtu, 25 Mei lalu yang menimpa tentara bernama Cedric Cordiez. Saat sedang berpatroli bersama rekan-rekannya, tentara Prancis tersebut tiba-tiba ditikam di bagian leher.
Ditandaskan Valls, para penyidik tengah mencari tahu tentang motivasi, latar belakang dan lingkungan keluarga tersangka.
Menurut sumber yang dekat dengan investigasi kasus tersebut, tersangka merupakan pengikut Islam radikal selama tiga atau empat tahun terakhir.
"Ini pemuda yang belum lama ini berubah menjadi Islamis yang telah dikenal bagi dinas polisi khusus atas keyakinan agamanya," ujar sumber tersebut seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (29/5/2013).
Namun sumber-sumber lain di kepolisian mengingatkan untuk berhati-hati dalam kasus yang masih dalam tahap awal penyelidikan ini. Dikatakan sumber tersebut, tersangka sebelumnya tidak dikenal otoritas sebagai radikal.
"Penyelidikan akan memastikan kapan dia memutuskan untuk melakukan aksi jihad," tutur sumber tersebut seraya mengatakan bahwa tersangka dikenal polisi karena pernah melakukan kejahatan-kejahatan ringan termasuk pencurian.
(ita/nwk)











































