Ini merupakan serangan terbaru dari rentetan serangan yang dilakukan kelompok pemberontak New People's Army (NPA) sepanjang tahun ini di Filipina. Serangan terbaru ini terjadi di Allacapan, sekitar 400 kilometer sebelah utara Manila, ibukota Filipina.
Juru bicara kepolisian setempat Cesar Orlanes mengatakan pada wartawan, saat kejadian, para polisi tersebut tengah dalam perjalanan untuk mengikuti pemeriksaan medis. Di tengah jalan, seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (27/5/2013), sebuah ranjau meledak saat kendaraan mereka melintas. Diikuti kemudian dengan tembakan dari para gerilyawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok NPA telah melancarkan kampanye bersenjata Maois selama 44 tahun yang telah menewaskan sekitar 30 ribu jiwa. Sebelumnya pada April lalu, pemerintah Filipina menyatakan, perundingan damai dengan kelompok komunis itu telah gagal. Disebutkan bahwa target untuk mengakhiri pemberontakan tersebut pada tahun 2016 pun sulit untuk dicapai.
NPA diyakini memiliki sekitar 4 ribu pejuang. Kelompok tersebut telah melakukan serangkaian serangan tahun ini. Serangan paling mematikan terjadi pada Januari lalu, ketika 9 polisi Filipina tewas dalam aksi penyerangan. Bulan April lalu, para pemberontak NPA juga membunuh dua asisten walikota yang merupakan anggota Partai Liberal, yang dipimpin Presiden Filipina Benigno Aquino.
(ita/nrl)











































