Aksi ini terjadi sehari menjelang hari raya Waisak yang menjadi hari suci bagi umat Buddha, penduduk mayoritas di negara ini. Perayaan Waisak ditandai dengan hari libur nasional selama 2 hari.
Insiden ini terjadi di dekat sebuah wihara di pusat kota Kandy, Sri Lanka. Biksu yang tidak disebutkan namanya ini, menuangkan cairan yang mudah terbakar ke tubuhnya dan kemudian membakar dirinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebelum membakar dirinya, dia (biksu-red) berteriak bahwa aksinya ini untuk memprotes pembantaian hewan ternak," imbuhnya.
Saat ini, si biksu dilaporkan dalam kondisi kritis di sebuah rumah sakit di ibukota Kolombo.
Memakan daging hewan biasa dilakukan umat Buddha di Sri Lanka, meskipun membunuh hewan tergolong perbuatan dosa dalam agama tersebut.
(nvc/ita)











































