Aksi ini dilakukan sebagai aksi protes atas penembakan seorang pria berumur 69 tahun oleh polisi.
Juru bicara kepolisian Swedia, Kjell Lindgren mengatakan, sebuah restoran di Skogas, sebelah selatan Stockholm, hangus dibakar massa dalam kerusuhan yang telah berlangsung beberapa hari ini. Setidaknya 30 mobil juga dibakar pada Kamis, 23 Mei waktu setempat. Demikian seperti dilansir News.com.au, Jumat (24/5/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerusuhan ini pertama kali pecah pada Minggu, 19 Mei waktu setempat di pinggiran kota Husby. Ini terjadi hanya beberapa hari setelah polisi menembak mati seorang pria lanjut usia yang mengunci dirinya dalam sebuah apartemen di Skogas, kawasan miskin yang terletak sebelah barat Stockholm.
Pada Rabu, 22 Mei waktu setempat, ratusan demonstran memecahkan kaca-kaca jendela dan membakar mobil di wilayah pinggiran Stockholm. Wilayah tersebut didominasi oleh penduduk imigran dan pencari suaka.
Sebelumnya pada Selasa, 21 Mei waktu setempat, sebuah kantor polisi di barat laut Stockholm juga diserang massa. Begitu pula dengan dua sekolah yang rusak diserang massa dan sebuah pusat seni lokal yang dibakar massa.
Perdana Menteri Swedia Fredrik Reinfeldt menyerukan warga untuk tetap tenang. "Kita memiliki sekelompok pemuda yang berpikir mereka bisa dan akan mengubah masyarakat lewat kekerasan," tuturnya.
(ita/nrl)











































