Pernyataan AS melalui Menteri Luar Negeri John Kerry ini menyikapi beragam aksi kekerasan terhadap kelompok minoritas di berbagai negara, seperti China, Iran, Myanmar, Korea Utara dan Arab Saudi.
Meski mengaku bahwa catatan kebebasan beragama di AS juga tidak sempurna, Menlu Kerry menyebut kebebasan beragama sebagai 'nilai universal' yang harus dihormati.
"Kebebasan untuk mengakui dan mempraktekkan keyakinan seseorang -- baik yang diakui atau tidak, atau apakah berpindah keyakinan -- merupakan hak asasi setiap manusia," tegas Menlu Kerry seperti dilansir AFP, Selasa (21/5/2013).
"Saya mendorong semua negara, terutama bagi negara yang masuk dalam daftar laporan, untuk bisa mejamin kebebasan mendasar ini," imbuhnya.
Dalam pidatonya ini, Kerry juga mengumumkan penunjukan Ira Forman sebagai utusan khusus melawan anti-semitisme atau anti-Yahudi. Penunjukan ini guna merespons praktik anti-semitisme yang semakin meningkat di Mesir dan Venezuela.
Laporan Kementerian Luar Negeri AS menyebutkan, sentimen dan aksi anti-muslim kian meningkat sepanjang tahun 2012, khususnya di kawasan Eropa dan Asia. Sedangkan aksi kekerasan terhadap kaum minoritas dilaporkan terjadi di Myanmar, yang menimpa warga Rohingya dan di China yang menimpa warga Tibet dan Uighur.
(nvc/ita)











































