Bom meledak di tengah-tengah kerumunan pendukung partai sayap kanan, Jamiat Ulema-e-Islam yang berkumpul di Kurram, Pakistan. Serangan semacam ini terjadi sejak 11 April dan memakan cukup banyak korban jiwa.
"Jumlah korban tewas meningkat menjadi 23 orang setelah kembali terjadi serangan pagi ini," ujar pejabat pemerintah kota Kurram, Riaz Khan kepada AFP, Selasa (7/5/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas serangan ini, militan Taliban Pakistan mengaku bertanggung jawab. Dalam pernyataannya, Taliban mengklaim mentargetkan Munir Orakzai, seorang anggota parlemen terpilih yang awalnya beraliran independen, namun kemudian bergabung ke kubu pemerintah. Orakzai merupakan politikus senior yang berasal dari daerah konflik.
Pakistan akan menggelar pemilu parlemen di sejumlah daerah. Namun pelaksanaan pemilu ini mendapat kecaman dari Taliban Pakistan.
Bahkan, keberadaan serangan semacam ini memaksa pemerintah untuk menunda pelaksanaan pemilu di sejumlah wilayah, termasuk provinsi Baluchistan, Karachi, dan Hyderabad. Di tiga wilayah tersebut, sejumlah kandidat anggota parlemen tewas dibunuh.
(nvc/ita)











































