Robel Phillipos yang merupakan warga AS, dibebaskan setelah keluarganya membayar jaminan sebesar US$ 100 ribu atau setara Rp 973 juta. Sebagai tahanan rumah, Phillipos berada dalam pengawasan ibundanya.
Selain itu, pemuda yang keluarganya bermigrasi dari Ethiopia ini harus mengenakan gelang monitor elektronik, yang berfungsi untuk memantau posisinya. Kemudian Phillipos juga tidak dizinkan keluarga rumah, kecuali untuk menemui pengacara atau berobat. Demikian seperti dilansir AFP, Selasa (7/5/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya Phillipos mengakui tidak pernah mendatangi kamar Dzhokhar. Namun kemudian dia mengakui dirinya ikut bersama-sama dengan Kadyrbayev dan Tazhayakov pergi ke kamar Dzhokhar dan mengambil tas ransel tersebut.
Atas dakwaan tersebut, Phillipos terancam hukuman maksimal 8 tahun penjara dan denda sebesar US$ 250 ribu, jika terbukti bersalah.
Dalam persidangan yang digelar Senin (6/5) waktu setempat, Phillipos hadir mengenakan seragam tahanan warna oranye dengan kakinya diborgol. Persidangan kasusnya masih terus berlanjut dengan jadwal selanjutnya pada 17 Mei.
Phillipos ditangkap bersama dengan dua rekan kuliah Dzhokhar lainnya, Azamat Tazhayakov dan Dias Kadyrbayev, yang didakwa menghilangkan barang bukti karena sengaja membuang tas ransel dan laptop milik Dzhokhar.
(nvc/nwk)











































