Pilihan Raya Umum (PRU) Malaysia yang digelar hari ini diprediksi akan berjalan sengit. Barisan Nasional (BN) yang dipimpin Najib Tun Razak telah memerintah Malaysia selama 56 tahun lamanya ditantang kelompok oposisi Pakatan Rakyat dengan tokoh Anwar Ibrahim.
"Alasan pertama BN yang telah memimpin sejak Malaysia merdeka saatnya direformasi untuk ganti suasana. Kedua, generasi muda, cendekiawan dan kelas menengah (middle class) yang sudah kuat, sangat berkeinginan mewujudkan perubahan untuk membawa Malaysia ke arah yang lebih demokratis seperti yang terjadi di berbagai negara," kata juru bicara Eminent Persons Group Indonesia-Malaysia Dr Musni Umar saat berbincang dengan detikcom, Minggu (5/4/2013).
Alasan ketiga, terjadi ekspektasi, harapan dan keinginan untuk melakukan perubahan ke arah kemajuan yang lebih cepat dalam Pemili ke 13 itu. Keempat yaitu untuk mengakhiri rasuah (korupsi) yang semakin merajalela dan kelima, untuk mewujudkan partisipasi yang semakin luas di segala bidang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengajar di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah ini mengemukakan keinginan masyarakat itu mereka telah diekspresikan dalam pemilu Malaysia ke 12 yang hasilnya menimbulkan tsunami politik yang menggoncangkan posisi BN di pemerintahan.
"Mereka berharap pada Pemilu ke 13 di Malaysia, terulang tsunami politik yang lebih dahsyat sehingga Pakatan Rakyat (PR) berhasil 'menawan' Putrajaya dari kelompok BN," pungkasnya.
(/)










































