Setelah 2008, Malaysia kembali menggelar pemilihan umum. Pemilu kali ini lebih spesial, isu korupsi yang dihembuskan Partai Pakatan Rakyat yang digawangi Anwar Ibrahim cukup merepotkan koalisi Barisan Nasional pimpinan PM Malaysia Najib Tun Razak.
Seperti dikutip Radio ABC Australia, Minggu (5/5/2013) isu korupsi dan diskriminasi ras digarap koalisi oposisi Anwar Ibrahim. Selama 15 hari masa kampanye, Anwar menyerang Barisan Nasional lewat isu itu. Maklum, Barisan Nasional yang dipimpin Partai UMNO, sudah berkuasa sejak 1957.
Najib Tun Razak tak tinggal diam. Melawan kampanye kubu oposisi, dia menjanjikan reformasi dan juga kesejahteraan bagi rakyat Malaysia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kubu Anwar selama ini menguasai 4, dari 9 negara bagian di Malaysia. Dengan koalisi oposisi, Anwar selama ini memegang Selangor, Pulau Pinang, Kelantan, dan Kedah. Sedang sisanya di tangan Barisan Nasional.
Pemilu kali ini memperebutkan 222 kursi parlemen. Pemilu kali ini juga diprediksi akan ketat. Hasil pemilu akan diketahui pukul 20.00 waktu Malaysia.
"Pemenang membentuk kerajaan (pemerintahan-red) bagi tempoh lima tahun akan datang," tulis Malaysiakini.
(edo/ndr)











































