"Kami memprotes intervensi pihak-pihak luar di Suriah serta pengerahan tentara-tentara bayaran ke negeri itu dan kami menganggap ini sebagai mencampuri urusan negara lain," tegas Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi seperti dilansir media Iran, Press TV, Jumat (3/5/2013).
Dikatakannya, pengiriman senjata ke Suriah juga merupakan tanda "intervensi jelas" dalam urusan dalam negeri Suriah.
"Kami yakin bahwa oposisi perlu duduk berunding dengan pemerintah secepat mungkin guna menghentikan pertumpahan darah lewat kesepahaman. Apalagi 50 hingga 100 orang tak berdaya tewas di seluruh Suriah setiap hari dikarenakan keras kepalanya sekelompok orang yang telah menimbulkan pertanyaan akan identitas oposisi sejati," cetus pejabat tinggi Iran itu.
Menurut Salehi, oposisi sejati harusnya membantu menghentikan kekerasan di negeri itu dan mengupayakan solusi domestik untuk krisis ini.
Krisis Suriah telah berlangsung lebih dari dua tahun. Pemerintah Suriah mengklaim, pergolakan itu didalangi dari luar negeri. Menurut badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lebih dari 70 ribu orang telah tewas selama konflik tersebut.
(ita/nrl)











































