Dikatakan DeLuca, kliennya itu bekerja tujuh hari seminggu, mulai dari pagi sampai malam hari, demi menunjang kehidupan keluarganya. Sementara suaminya, Tamerlan sehari-hari mengasuh putri mereka, Zahara yang kini berumur 3 tahun.
"Ketika hal ini (pengeboman) terjadi, dia (Katherine) sedang bekerja, dan dia harus bekerja seminggu penuh untuk menunjang keluarganya," tutur DeLuca seperti dilansir International Business Times, Selasa (23/4/2013).
Disebutkan DeLuca, Katherine bekerja antara 70 hingga 80 jam tiap minggu, 7 hari seminggu sebagai tenaga medis yang memberi perawatan ke rumah-rumah.
"Dia bekerja berjam-jam, sangat lama. Dia akan pergi di pagi hari, dia bekerja hingga larut malam," ujar DeLuca. "Dia biasanya menelepon untuk menanyakan putrinya dan hal-hal semacam itu," imbuhnya.
Sebelumnya, orangtua Katherine mengeluarkan statemen tentang respons mereka usai kematian Tamerlan. "Putri kami telah kehilangan suaminya, ayah dari anaknya. Kami tak bisa memahami bagaimana tragedi ini terjadi," demikian disampaikan.
"Setelah horor Hari Patriot, kami tahu bahwa kami tak pernah benar-benar mengenal Tamerlan Tsarnaev. Hati kami sakit mengetahui horor yang telah ditimbulkannya. Mohon hargai privasi keluarga kami di masa sulit ini," demikian pernyataan orangtua Katherine.
(ita/ita)











































