Menurut otoritas medis Palestina, seperti dilansir Reuters, Kamis (4/4/2013), jasad remaja berusia 17 tahun tersebut telah dibawa ke rumah sakit terdekat di wilayah Tulkarm, terletak di Tepi Barat bagian utara. Remaja yang tewas tersebut diketahui bernama Amer Nassar dan berasal dari desa Anabta.
Secara terpisah, pihak militer Israel tidak membenarkan maupun membantah penembakan remaja Palestina ini. Mereka hanya menyatakan, pihaknya memang melepas tembakan ke arah warga Palestina yang melemparkan bom molotov ke sebuah pos keamanan Israel di wilayah Tepi barat.
Insiden ini terjadi pada Rabu (3/4) malam waktu setempat, dan masih termasuk dalam rangkaian aksi protes atas kematian Abu Hamdiyeh yang tengah menjalani hukuman penjara seumur hidup di penjara Israel. Abu Hamdiyeh dipenjara karena dinyatakan bersalah atas serangan ke sebuah kafe di Yerusalem pada tahun 2002 lalu.
Kematian Abu Hamdiyeh akibat penyakit kanker tenggorokan tersebut, memicu kemarahan warga Palestina di wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza. Palestina menuding Israel tidak memberikan perawatan medis yang layak kepada Abu Hamdiyeh. Namun Israel membantah keras tudingan tersebut.
Bentrokan antara tentara Israel dengan warga Palestina yang menggelar aksi protes di kedua wilayah tersebut pun tak terhindarkan. Gas air mata dan peluru karet terpaksa dilepaskan ke arah demonstran yang melempari tentara Israel dengan batu dan bom molotov.
Aksi protes juga dilakukan oleh sekitar 4.600 tahanan asal Palestina yang ditahan Israel. Beramai-ramai, mereka menyatakan mogok makan selama 3 hari sebagai protes atas kematian Abu Hamdiyeh.
Seorang pejabat urusan penjara Israel menuturkan, nampan-nampan makanan yang diberikan kepada para tahanan Palestina sama sekali tidak disentuh mereka pada Rabu (3/4). Sementara itu, sejumlah toko di Tepi Barat sengaja meliburkan diri sebagai bentuk solidaritas terhadap Abu Hamdiyeh.
(nvc/ita)











































