Namun ahli sejarah terkemuka Malaysia, Profesor Emeritus Tan Sri Dr Khoo Kay Kim yakin, jika pemerintah Filipina benar-benar berniat mengklaim Sabah, negara itu akan kalah. Sama seperti ketika Filipina pernah mencoba mengklaim Pulau Sipadan dan Ligitan pada tahun 2002.
"Filipina tak pernah mengurus pulau itu sejak 1873. Terlebih lagi, rakyat Sabah telah setuju untuk menjadi bagian dari Malaysia," ujar Khoo seperti dilansir harian Malaysia, New Straits Times, Kamis (21/3/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pakar itu pun yakin, jika Filipina membawa masalah ini ke pengadilan internasional alias International Court of Justice (ICJ), Malaysia akan muncul sebagai pemenang kasus ini.
Mengenai Kesultanan Sulu yang mengklaim sebagai pemilik Sabah, menurut Khoo, tidak mungkin kesultanan di Filipina selatan itu akan membawa masalah ini ke ICJ. Penyebabnya, Kesultanan Sulu bukan negara berdaulat.
"Sulu sendiri tak bisa mengalahkan Malaysia. Sulit bagi Sulu untuk pergi ke ICJ, kecuali Manila ingin membantu mereka," tandasnya.
(ita/nrl)










































