Pemerintah Bangladesh telah mengumumkan masa berkabung nasional selama tiga hari atas kematian presiden yang memainkan peran terdepan dalam perjuangan kemerdekaan Bangladesh. Hari Kamis ini juga dinyatakan sebagai hari libur publik.
Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina menyebut kematian Rahman sebagai "kehilangan tak terkira bagi negara dan rakyat".
Di Bangladesh, jabatan presiden hanya merupakan jabatan seremonial. Semasa hidupnya, Rahman dikenal akan kesederhanaannya.
Juru bicara PBB menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (21/3/2013), Sekjen PBB Ban Ki-moon sedih atas wafatnya Rahman "yang telah memberikan kontribusi penting bagi transisi demokrasi negeri itu sepanjang kehidupan politiknya".
Ungkapan belasungkawa juga disampaikan Menteri Luar Negeri AS John Kerry. Menlu AS itu mengatakan, upaya-upaya Rahman telah membantu pembentukan negara Bangladesh pada tahun 1971.
Jasad Rahman akan segera diterbangkan ke Bandara Internasional Hazrat Shahjalal di Dhaka, ibukota Bangladesh. "Iring-iringan seremonial akan mengantarkan jasad ke istana kepresidenan untuk mendapatkan penghormatan resmi," tutur juru bicara presiden Nesar Uddin Bhuiyan.
Rahman selanjutnya akan dimakamkan di pemakaman Dhaka pada Jumat, 22 Maret sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Rahman yang menderita masalah ginjal dan pernafasan, diterbangkan ke rumah sakit Mount Elizabeth, Singapura pada 10 Maret lalu setelah kondisinya memburuk. Dia meninggal pada Rabu, 20 Maret kemarin.
(/)











































