Turis Inggris yang nyaris mengalami kejahatan seks di hotel tempatnya menginap di India, membeberkan detail peristiwa menakutkan itu. Menurut wanita itu, dirinya telah berteriak minta tolong selama sekitar satu jam sebelum melompat dari jendela kamarnya. Namun saat itu tak ada datang menolongnya.
Kepada polisi, wanita Inggris itu mengungkapkan dirinya tengah bersiap untuk pergi meninggalkan hotelnya di Agra pada Selasa (19/3), ketika pintu kamarnya diketuk seseorang pada sekitar pukul 03.45 waktu setempat.
Begitu pintu dibuka, ternyata orang itu adalah Sachin Chauhan, si pemilik hotel. Pria itu mengatakan ingin memberikan minyak pijat dan sabun mandi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya harus mendorong dia keluar dan kemudian saya mengunci pintu. Dia tetap di depan pintu mencoba untuk masuk dengan kunci-kunci yang dipegangnya. Saya berteriak-teriak menyuruh dia berhenti mengganggu saya, saya menyuruh dia pergi," kata wanita berumur 32 tahun itu.
"Saya sangat takut untuk meninggalkan kamar saya karena dia menunggu di luar. Saya terus menendang pintu dan menjerit minta tolong namun tak ada yang datang," tutur wanita itu dalam pernyataannya kepada polisi.
Setelah 45 menit, terdengar suara pria lain yang ternyata petugas keamanan hotel. Dia meminta wanita itu membuka pintu kamar. "Saya berteriak pada mereka untuk berhenti mengganggu saya, namun mereka terus mengganggu," ujarnya.
Sampai akhirnya pada sekitar pukul 05.00, wanita Inggris itu memutuskan untuk loncat dari jendela kamarnya. Akibatnya, dia pun mengalami cedera di kepala dan patah kaki. Setelah sempat dirawat di rumah sakit, turis Inggris itu kini telah membaik dan dalam pengamanan polisi. Dia akan segera pulang ke tanah airnya.
(ita/nrl)










































