"Dia sudah berbicara dengan keluarganya di Inggris dan ibunya akan datang kemari untuk membawanya pulang," kata Wakil Kepala Kepolisian Agra, Swaranjeet, seperti dilansir AFP, Rabu (20/3/2013).
"Wanita itu sudah lebih baik, dia dalam kondisi aman. Dia masih ada di sini," imbuhnya.
Dua pria yang menjadi pelaku dalam kasus ini telah ditangkap dan akan segera menjalani persidangan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Sachin Chauhan, si pemilik Hotel Agra Mahal yang menjadi lokasi kejadian, dan seorang karyawannya dijerat dakwaan pelecehan seksual.
Insiden ini berawal ketika wanita yang tidak disebut namanya ini, nekat loncat dari jendela kamar hotelnya di wilayah Agra, tempat beradanya monumen Taj Mahal yang tersohor itu. Wanita ini takut diperkosa oleh dua pria yang mencoba menerobos masuk ke dalam kamarnya. Akibat tindakan nekatnya ini, turis Inggris itu mengalami cedera cukup parah di bagian kaki dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah pemerkosaan massal yang menimpa seorang turis wanita asal Swiss di wilayah Madhya Pradesh. Keenam pelaku yang merupakan petani miskin itu sudah ditangkap dan akan segera diadili.
Sementara itu, parlemen majelis rendah India atau setingkat DPR menyetujui rancangan amandemen undang-undang yang mengatur hukuman lebih berat bagi pelaku kejahatan seks di India. Dalam rancangan amandemen ini, diatur pula hukuman mati bagi kasus pemerkosaan dalam kondisi khusus, yakni apabila korban pemerkosaan tewas atau menderita cacat seumur hidup.
Langkah selanjutnya, rancangan amandemen tersebut akan dibahas pada tingkat parlemen yang lebih tinggi untuk ditentukan apakah akan disetujui atau tidak sebelum diberlakukan di India.
(/)











































