Al-Qaeda Mengklaim Rentetan Serangan Bom yang Tewaskan 60 Orang

Al-Qaeda Mengklaim Rentetan Serangan Bom yang Tewaskan 60 Orang

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 20 Mar 2013 16:24 WIB
Al-Qaeda Mengklaim Rentetan Serangan Bom yang Tewaskan 60 Orang
Ilustrasi
Baghdad - Jaringan Al-Qaeda di Irak mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian serangan bom yang terjadi di beberapa wilayah Irak pada Selasa (19/3). Beragam serangan terorisme saat peringatan 10 tahun invasi Amerika Serikat di negara tersebut, dilaporkan menewaskan sekitar 60 orang.

"Apa yang telah terjadi pada kalian pada Selasa (19/3) hanyalah tetesan awal air hujan, dan tahap pertama, sesuai kehendak Tuhan, setelah ini kalian akan melampiaskan dendam kami," demikian pernyataan Islamic State of Iraq yang merupakan jaringan militan Al-Qaeda di Irak dalam situsnya seperti dilansir Reuters, Rabu (20/3/2013).

Sayap Al-Qaeda di Irak ini disebut-sebut tengah menggalang kekuatannya, terutama dipengaruhi oleh pemberontakan umat Sunni di Suriah yang masih berlangsung. Sejak awal tahun ini, mereka terus melancarkan serangkaian serangan terorisme.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan dalam seminggu sejak Januari, tercatat ada dua kali serangan bom bunuh diri di wilayah Irak. Serangan-serangan semacam ini juga disinyalir bertujuan untuk mengganggu kestabilan pemerintah Irak yang didominasi oleh kaum Syiah.

Selama ini, penganut Sunni menganggap pemerintahan Irak sering menindas minoritas Sunni yang ada di negara tersebut. Oleh karena itu, seringkali militan menargetkan para penganut Syiah sebagai bentuk pembalasan.

Puncaknya pada Selasa (19/3), mulai dari bom mobil hingga bom bunuh diri melanda wilayah-wilayah yang dihuni penganut Syiah di ibukota Baghdad dan sejumlah kota lainnya. Serangan ini menewaskan sedikitnya 60 orang dari sejumlah wilayah di Irak.

Tingkat kekerasan telah melonjak di Irak sejak invasi AS ke negeri itu pada tahun 2003 lalu. Bahkan selama pekan lalu, 87 orang tewas dalam berbagai serangan di Irak. Menurut organisasi Iraq Body Count yang berbasis di Inggris, lebih dari 112 ribu warga sipil telah tewas sejak invasi 2003. Sementara menurut studi yang dirilis The Lancet, jumlah korban jiwa mencapai 116 ribu warga sipil mulai 2003 hingga Desember 2011, ketika pasukan AS ditarik dari Irak.

(nvc/ita)


Berita Terkait