Hal tersebut disampaikan komandan tertinggi NATO, Laksamana James Stavridis seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (20/3/2013).
Kepada Komite Dinas Bersenjata Senat Amerika Serikat, Stavridis mengatakan bahwa sejumlah anggota NATO tengah mempertimbangkan untuk menargetkan jaringan pertahanan udara Suriah. Strategi serangan ini telah berhasil digunakan di Libya pada tahun 2011 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tengah mempertimbangkan sejumlah operasi, dan kami siap, jika diperlukan, untuk terlibat seperti saat kami di Libya," tegas Stavridis.
Menurut Stavridis, konflik Suriah saat ini kian memburuk.
"Situasi Suriah terus bertambah buruk dan buruk dan buruk -- 70.000 orang tewas, sejuta pengungsi terusir dari negara itu, kemungkinan 2,5 juta orang kehilangan tempat tinggal di dalam negeri, belum tampak adanya akhir dari perang saudara yang ganas ini," pungkasnya.
(ita/nrl)











































