"Jumlah korban tewas akibat konsumsi alkohol oplosan terus bertambah, dengan adanya 22 kasus baru menjadikan total korban tewas 38 orang," ujar juru bicara Kementerian Kesehatan Libya, Amar Mohamed Amar kepada AFP, Senin (11/3/2013).
Amar menambahkan, minuman oplosan tersebut juga memakan korban keracunan. Sejauh ini, dilaporkan sekitar 378 orang dirawat di rumah sakit akibat keracunan.
Insiden ini dimulai sejak Sabtu (9/3) lalu, ketika belasan orang tewas dan ratusan orang lainnya mengalami gejala keracunan setelah mengkonsumsi minuman oplosan ini. Hasil pemeriksaan sementara menyatakan, minuman oplosan tersebut mengandung zat kimia yang sangat berbahaya untuk dikonsumsi.
"Tes awal mengungkapkan bahwa gejala keracunan disebabkan oleh konsumsi minuman oplosan yang mengandung methanol," tutur Kepala Pusat Medis Tripoli, Youssef al-Wafi.
Dampak dari minuman oplosan ini, menurut Wafi, sangat mengerikan, mulai dari gagal ginjal, kebutaan, kejang-kejang, bahkan kematian. Para korban keracunan rata-rata berusia antara 19 tahun hingga 50 tahun.
Minuman oplosan dilarang di Libya, namun tetap saja bisa didapatkan melalui pasar gelap. Dengan perbatasannya yang tidak begitu ketat pasca lengsernya Muammar Khadafi pada tahun 2011 lalu, terjadi peningkatan perdagangan narkoba dan alkohol ke wilayah Libya.
(nvc/mok)











































