Kepala kepolisian Malaysia Ismail Omar mengatakan, sekitar 100-300 orang pengikut Sultan Sulu kini terpencar-pencar menyusul serangan udara dan darat yang dilancarkan militer Malaysia pada Selasa, 5 Maret kemarin. Serangan militer itu dilancarkan Malaysia untuk mengakhiri krisis Sabah yang telah berlangsung tiga pekan ini.
"Otoritas telah memperluas wilayah operasi," kata Ismail kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (6/3/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, pemimpin separatis Moro National Liberation Front (MNLF), yang dulunya pernah melancarkan pemberontakan terhadap pemerintah Filipina, mengatakan bahwa sejumlah pejuangnya telah tiba di Sabah untuk mendukung para pengikut Sultan Sulu.
"Banyak yang telah lolos dari pasukan keamanan dalam beberapa hari terakhir," ujar Muhajab Hashim kepada AFP. Dikatakannya, masih banyak lagi pejuang MNLF yang akan tiba untuk bergabung. Namun dia menolak menyebutkan jumlah persisnya.
(ita/nrl)










































