Wapres Venezuela Sebut Penyakit Kanker Chavez Akibat Plot Imperialis

Wapres Venezuela Sebut Penyakit Kanker Chavez Akibat Plot Imperialis

- detikNews
Rabu, 06 Mar 2013 11:57 WIB
Wapres Venezuela Sebut Penyakit Kanker Chavez Akibat Plot Imperialis
Mendiang Hugo Chavez bersama kedua putrinya, Rosa & Maria (Reuters)
Caracas - Presiden Venezuela Hugo Chavez tutup usia setelah kondisinya semakin memburuk akibat penyakit kanker pelvis yang dideritanya selama 2 tahun terakhir. Muncul rumor bahwa penyakit kanker yang menyerang Chavez merupakan konspirasi imperialis.

Hal tersebut dilontarkan oleh Wakil Presiden (Wapres) Venezuela Nicolas Maduro beberapa saat sebelum menyampaikan kabar duka kepada rakyat Venezuela. Saat itu, Wapres Maduro tengah mengadakan pertemuan mendadak dengan pemimpin militer dan jajaran pemerintahan Venezuela di istana presiden.

Sebelum akhirnya dinyatakan wafat, kondisi kesehatan Chavez yang dirawat di rumah sakit militer di Caracas kian memburuk, terutama akibat mengalami infeksi pernapasan yang parah. Wapres Maduro yang disebut-sebut sebagai kandidat terkuat pengganti Chavez, mencetuskan bahwa kondisi tersebut merupakan plot imperialis yang dipimpin Amerika Serikat (AS).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami yakin bahwa pemimpin Chavez diserang dengan penyakit ini," tutur Wapres Maduro seperti dilansir Sydney Morning Herald, Rabu (6/3/2013).

Tudingan yang sama pernah dilontarkan oleh Chavez ketika masih menjalani perawatan di Kuba. Saat itu Chavez menyebut bahwa kanker yang dideritanya merupakan serangan dari musuh 'imperialis'-nya yang tak lain adalah AS, yang tentunya bekerja sama dengan musuh-musuh domestiknya di Venezuela.

"Musuh bebuyutan kita selalu mencari cara untuk membahayakan kesehatannya (Chavez)," cetus Maduro sembari membandingkan dengan mendiang pemimpin Palestina Yasser Arafat, yang disebut-sebut tewas diracun oleh intelijen Israel pada tahun 2004 lalu.

Menyusul tudingan ini, Wapres Maduro mengumumkan pengusiran dua Atase Militer Angkatan Udara AS yang ada di Venezuela. Keduanya dituduh berkontribusi memperburuk kondisi kesehatan Chavez dan bersekongkol mendorong destabilisasi dalam negeri.

Wapres Maduro dan pejabat pemerintahan Venezuela lainnya juga bersikap sangat ofensif terhadap kelompok oposisi, yang sempat menuding pemerintah membohongi rakyat soal kondisi terkini Chavez. Mereka menyebut kelompok oposisi sebagai 'fasis' dan juga 'konspirator' yang bergembira atas penderitaan Chavez. Oposisi juga dicurigai tengah berkonspirasi menyusun aksi untuk mengacaukan situasi di Venezuela.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads