Tentara-tentara Suriah tersebut dalam keadaan tak bersenjata saat serangan terjadi di Provinsi Anbar, Irak pada Senin (4/3) waktu setempat. Serangan ini terjadi tepat sehari setelah kelompok oposisi Suriah menuding Irak melakukan intervensi dalam konflik Suriah.
"Hal ini semakin memperkuat kekhawatiran kita bahwa ada usaha untuk memindahkan konflik ke Irak, tapi kita akan menghadapi usaha-usaha semacam ini dengan segenap kemampuan kita," ujar Ali Mussawi yang merupakan juru bicara Perdana Menteri Irak, Nuri al-Maliki, seperti dilansir AFP, Selasa (5/3/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas Irak menuturkan, sejumlah tentara Suriah yang terluka dalam konflik di negara mereka sengaja melarikan diri ke wilayah Irak untuk mendapat perawatan medis. Mereka yang kebanyakan tidak membawa senjata ini, kemudian diangkut kembali ke wilayah Suriah melalui jalur darat melintasi perbatasan Al-Walid.
Namun ternyata momen ini dimanfaatkan oleh sekelompok pemberontak Suriah untuk melakukan serangan. Otoritas Irak pun mengutuk keras serangan yang disebut melawan kedaulatan Irak ini.
"Sebuah serangan yang melawan kedaulatan Irak, baik terhadap wilayah maupun martabat negara ini, jelas-jelas merupakan pelanggaran HAM karena mereka menyerang para tentara yang terluka dan tak bersenjata," tegas Kementerian Pertahanan Irak dalam pernyataannya.
Otoritas Irak pun mengeluarkan peringatan bagi seluruh pihak di Suriah, untuk tidak memindahkan konflik atau memperluas konflik di negaranya hingga ke wilayah Irak.
(nvc/ita)











































