Sumber militer Mali mengatakan, operasi tengah berlangsung di desa Kadji, sekitar 10 kilometer sebelah selatan Gao, sejak Kamis, 28 Februari sore waktu setempat.
Menurut warga seperti dilansir News.com.au, Jumat (1/3/2013), para pemberontak berlindung di desa tersebut setelah penyerangan pasukan Prancis dan Mali ke Gao.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Militer Prancis mulai melancarkan perang di Mali pada 11 Januari lalu, dengan tujuan menghentikan para pemberontak, yang saat itu kian mendekati ibukota Bamako. Perang di Mali ini telah menyebabkan ribuan warga Mali kehilangan tempat tinggal. Namun tidak jelas berapa jumlah korban jiwa selama perang berlangsung.
Pada 1 Februari lalu, badan Amnesty Internasional menyatakan "pelanggaran HAM serius" terjadi selama intervensi militer Prancis di Mali. Ini termasuk tewasnya anak-anak. Menurut organisasi HAM terkemuka itu, ada bukti bahwa setidaknya lima warga sipil, termasuk tiga anak, tewas dalam serangan udara yang dilancarkan pasukan Prancis terhadap para pemberontak.
Sejumlah analis politik menyebutkan, sumber daya alam Mali yang tidak terkelola, termasuk cadangan emas dan uranium, bisa menjadi alasan di balik intervensi militer Prancis itu.
(ita/nrl)











































