Kepala Badan Aviasi Federal Amerika Serikat (FAA), Michael Huerta menyampaikan hal tersebut kepada subkomite aviasi DPR AS. Dikatakannya, pihak Boeing telah menyampaikan proposal rencana untuk memperbaiki masalah baterai pada pesawat Dreamliner.
"Apa yang Boeing telah sampaikan kepada kami adalah proposal yang mengidentifikasi sejumlah kemungkinan penyebab yang semuanya berada pada baterai itu sendiri," kata Huerta seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (28/2/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keseluruhan 50 unit pesawat 787 di dunia dikandangkan pada 16 Januari lalu setelah baterai-baterai lithium-ion di pesawat tersebut kepanasan hingga menyebabkan percikan api di salah satu pesawat yang sedang diparkir di Boston, AS. Juga menimbulkan asap di pesawat 787 lainnya yang menyebabkan pendaratan darurat di Jepang.
Dikatakan Huerta, Boeing telah menyampaikan rencana "komprehensif" yang menawarkan tiga level perbaikan, termasuk desain dan pemasangan ulang guna memastikan insiden api dan asap tidak terjadi lagi.
(ita/nrl)











































