Tragis! Sebanyak 97 orang Rohingya meninggal karena kelaparan setelah terombang-ambing di lautan selama 25 hari. Ini terjadi saat mereka melarikan diri dari Myanmar untuk menuju ke Malaysia.
Sebanyak 33 imigran Rohingya diselamatkan dari wilayah perairan Sri Lanka pekan lalu. Mereka kemudian mengisahkan penderitaan mereka saat terapung-apung di lautan selama 25 hari, tanpa makan dan minum. Awalnya, para pengungsi Rohingya itu berada dalam sebuah kapal untuk menuju ke Malaysia.
Namun pasukan Angkatan Laut Thailand seperti dilansir News.com.au, Selasa (26/2/2013) kemudian mencegat mereka dan mengambil mesin kapal. Akibatnya, mereka pun terombang-ambing di lautan lepas sampai akhirnya pasukan Angkatan Laut Sri Lanka menyelamatkan mereka pada Sabtu, 23 Februari lalu, saat kapal mereka akan mulai tenggelam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perjalanan itu memang berbahaya, namun kami harus melakukannya... karena kami mengkhawatirkan hidup kami, tak ada pekerjaan dan pertikaian besar di Myanmar," kata Shofiulla, seorang warga Rohingya yang selamat.
Menurut Shofiulla, saat itu ada 130 orang di kapal tersebut dan masing-masing harus membayar senilai US$ 465 untuk perjalanan yang dimulai pada 10 Januari itu.
Atas kejadian ini, Angkatan Laut Thailand membantah tuduhan telah mencegat dan mengambil mesin kapal tersebut.
(ita/nwk)











































