Sejumlah foto yang menunjukkan saat-saat terakhir sebelum seorang bocah berusia 12 tahun dibunuh oleh tentara Sri Lanka, mencuat ke publik. Melalui foto tersebut, terungkap bahwa anak laki-laki tersebut sempat diberi makanan sebelum ditembak mati.
Foto-foto bocah bernama Balachandran Prabhakaran, putra pemimpin pemberontak Macan Tamil, Velupillai Prabhakaran ini, diambil pada Mei 2009 lalu. Saat itu, tengah terjadi konflik besar-besaran antara pemerintah Sri Lanka dengan kelompok pemberontak Tamil.
Yang memprihatinkan, pemerintah Sri Lanka selama ini selalu mengklaim bahwa Balachandran tewas dalam baku tembak antara tentara pemerintah dengan kelompok pemberontak. Namun keberadaan foto-foto tersebut membuktikan bahwa bocah tersebut ternyata dieksekusi mati secara keji oleh tentara Sri Lanka. Demikian seperti dilansir Daily Mail, Rabu (20/2/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun foto-foto selanjutnya benar-benar memilukan hati. Balachandran tampak tergeletak di tanah dalam kondisi tak bernyawa. Terlibat sejumlah luka tembakan di dadanya.
Menurut hasil pemeriksaan, terdapat 5 luka tembakan di bagian dada Balachandran. Dari lukanya, bocah tersebut ditembak dari jarak dekat. Hal ini tentu mematahkan klaim pemerintah Sri Lanka yang menyatakan bahwa Balachandran tewas dalam baku tembak.
Foto-foto Balachandran ini ditampilkan dalam film dokumenter berjudul 'No Fire Zone' yang digarap oleh sutradara Callum Macrae. Menurut Macrae, foto-foto tersebut menjadi tamparan bagi pemerintah Sri Lanka.
"Foto-foto itu menunjukkan ketika dia dalam penahanan, dan bahkan sempat diberi makanan, sebelum akhirnya dibawa dan dieksekusi secara keji," terang Macrae.
Menanggapi foto-foto ini, pihak militer Sri Lanka menanggapinya dengan ketus. Menurut juru bicara militer Sri Lanka, Brigadir PR Wanigasooriya, pihaknya selalu dituding melakukan pembunuhan dan pelanggaran HAM, namun tidak pernah ada bukti yang mendukung tudingan tersebut.
"Tidak ada bukti kuat yang membuktikan tudingan tersebut yang mampu membuat kami melakukan investigasi," ucapnya.
(nvc/ita)










































