Para jaksa penuntut umum Afrika Selatan bertekad untuk menuntut Oscar Pistorius atas dakwaan pembunuhan berencana terkait kematian kekasihnya, Reeva Steenkamp. Namun dalam pernyataan tertulisnya setebal 7 halaman, atlet terkenal Afsel itu membantas keras tuduhan tersebut.
Pria berumur 26 tahun itu pun membeberkan kejadian tragis pada 14 Februari lalu, termasuk apa yang mereka lakukan sebelum peristiwa itu.
"Pada 13 Februari 2013, Reeva pergi bersama teman-temannya dan saya pergi bersama teman-teman saya. Reeva kemudian menelepon saya dan meminta kami untuk di rumah saja malam harinya. Saya setuju dan kami senang mengadakan makan malam yang tenang berdua di rumah," tutur Pistorius dalam pernyataan tertulis yang dibacakan pengacaranya di pengadilan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah Reeva menyelesaikan latihan yoganya, dia naik ke ranjang dan kami berdua pun tidur," imbuh jutawan muda itu seperti dilansir News.com.au, Rabu (20/2/2013).
Pistorius bersikeras bahwa dirinya tidak berniat membunuh model cantik yang baru dipacarinya beberapa bulan itu. Atlet berkaki palsu itu berdalih bahwa dirinya mengira Reeva adalah penjahat yang menyusup ke rumahnya.
"Saya merasa ketakutan... Saya yakin seseorang telah masuk ke rumah saya. Saya terlalu takut untuk menyalakan lampu. Saya pun mengambil pistol 9mm saya dari bawah tempat tidur. Saat menuju kamar mandi, saya berteriak untuk mengusir orang itu dari rumah dan agar Reeva menelepon polisi. Saat itu sangat gelap di kamar tidur saya dan saya pikir Reeva ada di tempat tidur," ujar Pistorius dalam pernyataannya.
Pistorius saat ini mendekam di sel tahanan di kantor polisi Pretoria. Dalam persidangan yang digelar kemarin tentang permohonan bebas dengan jaminan, Pistorius terlihat terpukul. Pemuda itu sempat menangis ketika pengacara membacakan pernyataannya di pengadilan.
(ita/nrl)











































