Kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights mengkhawatirkan apa yang disebutnya sebagai "penculikan sektarian" tersebut. Menurutnya, penculikan-penculikan itu terjadi pada Kamis, 14 Februari dalam dua insiden terpisah.
Disampaikan Observatory seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (15/2/2013), sekelompok pria dan wanita yang berada dalam empat kendaraan minibus diculik dekat pos pemeriksaan militer saat dalam perjalanan menuju Idlib. Mereka diperkirakan berjumlah sekitar 70 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa jam sebelum penculikan itu, di daerah yang sama, kelompok bersenjata lainnya menculik setidaknya 40 warga sipil lainnya, sebagian besar kaum wanita dan anak-anak. Saat itu mereka tengah dalam perjalanan menggunakan bus yang bertolak dari desa-desa Al-Fua dan Kafraya.
"Saya mengkhawatirkan peningkatan penculikan sektarian," kata direktur Observatory, Rami Abdel Rahman. "Tindakan tersebut mengganggu revolusi," imbuhnya.
Konflik yang berlangsung di Suriah telah terjadi sejak Maret 2011 lalu. Menurut badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lebih dari 60 ribu orang telah tewas selama konflik yang nyaris berlangsung 2 tahun itu.
(ita/nrl)










































