Ulama Terkemuka Mesir Serukan Ahmadinejad Tidak Campuri Urusan Bahrain

Ulama Terkemuka Mesir Serukan Ahmadinejad Tidak Campuri Urusan Bahrain

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 06 Feb 2013 16:58 WIB
Ulama Terkemuka Mesir Serukan Ahmadinejad Tidak Campuri Urusan Bahrain
Mahmoud Ahmadinejad (AFP)
Kairo, -

Untuk pertama kalinya, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad berkunjung ke Mesir. Namun ulama terkemuka Mesir menyerukan Ahmadinejad untuk tidak mencampuri urusan Bahrain ataupun negara-negara Teluk lainnya.

Pemimpin negara republik Islam itu juga diminta untuk memperhatikan hak-hak minoritas Sunni di Iran. Pernyataan itu disampaikan Ahmed al-Tayyeb, imam besar Al-Azhar di Kairo, Mesir usai bertemu dengan Ahmadinejad seperti diberitakan AFP, Rabu (6/2/2013).

Tayyeb mengecam apa yang disebutnya sebagai "penyebaran Syiah-isme di tanah-tanah Sunni." Ulama senior Mesir itu mendesak "Presiden Iran tersebut untuk menghormati Bahrain sebagai sesama negara Arab dan tidak ikut campur dalam urusan negara-negara Teluk".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya pada Oktober 2012 lalu, pemerintah Bahrain memanggil duta besar Iran untuk menyampaikan protes atas "intervensi" Iran soal urusan dalam negeri Bahrain. Ini terkait dengan sikap pemerintah Iran yang mendukung aksi-aksi demonstrasi yang dilakukan warga Syiah di Bahrain terhadap monarki Sunni di negeri itu.

Sementara itu, dalam konferensi pers di Al-Azhar, Ahmadinejad mengatakan "dirinya datang dari Iran untuk menyampaikan bahwa Mesir dan rakyat Mesir punya tempat di hati rakyat Iran".

"Saya harap kunjungan ini akan menjadi awal baru bagi solidaritas antara kedua rakyat kita," tutur Ahmadinejad.

Ini merupakan kunjungan kenegaraan Ahmadinejad yang pertama ke Mesir. Ini juga merupakan pertama kalinya seorang kepala negara Iran melakukan kunjungan resmi ke Mesir sejak revolusi Islam tahun 1979.

Dalam lawatan bersejarahnya ini, Ahmadinejad berharap untuk meningkatkan hubungan bilateral kedua negara. Ahmadinejad juga akan menghadiri pertemuan Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang digelar di Kairo.



(ita/nrl)


Berita Terkait