Diduga Miliki 192 Rumah, Kepala Kepolisian China Dipecat

Diduga Miliki 192 Rumah, Kepala Kepolisian China Dipecat

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 06 Feb 2013 14:08 WIB
Diduga Miliki 192 Rumah, Kepala Kepolisian China Dipecat
Beijing, - Seorang pejabat kepolisian China dipecat setelah dirinya diberitakan memiliki seratusan rumah. Dia juga dituduh memiliki identitas palsu yang digunakan untuk membeli rumah-rumah tersebut.

Zhao Haibin hari ini diberhentikan dari jabatannya sebagai kepala kepolisian di kota Lufeng, Provinsi Guangdong.

"Diberhentikan dari jabatan publiknya karena terlibat dalam urusan bisnis yang menggunakan kartu identitas palsu," demikian diberitakan kantor berita resmi China, Xinhua dan dilansir AFP, Rabu (6/2/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diberitakan Xinhua, otoritas telah memutuskan untuk melakukan penyelidikan komprehensif atas permasalahan yang diekspos media tersebut.

Zhao, pejabat kepolisian senior dan pejabat Partai Komunis lokal tersebut, menjadi bahan pemberitaan media China pada Selasa, 5 Februari kemarin. Seorang pengusaha diberitakan menuduh Zhao memiliki 192 rumah di kota Huizhou, Shenzhen dan Zhuhai. Namun tidak disebutkan lebih lanjut nilai seluruh properti yang dimiliki Zhao tersebut.

Pengusaha tersebut juga melaporkan bahwa Zhao melakukan penipuan dengan menggunakan identitas palsu dalam aksinya tersebut. Pasca pelaporan ini, identitas palsu Zhao langsung diblokir oleh polisi setempat.

Adanya laporan-laporan tersebut semakin memicu kecurigaan publik soal bagaimana Zhao, yang seorang polisi bisa memiliki sejumlah properti dan bahkan perusahaan yang tentunya bernilai miliaran yuan.

Menanggapi kasus ini, Komisi Disiplin Partai Komunis untuk wilayah Lufeng menyampaikan hasil investigasinya. Terlebih Zhao merupakan wakil sekretaris dari Partai Komunis cabang Lufeng. Menurut komisi disiplin tersebut, seluruh properti yang diduga milik Zhao bukanlah miliknya. Melainkan milik adik laki-lakinya, yang berprofesi sebagai pengusaha. Dalam keterangan yang dikutip media setempat, Zhao mengakui dirinya hanya membantu 'mengelola' bisnis adiknya tersebut.

(ita/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads