Zhao Haibin hari ini diberhentikan dari jabatannya sebagai kepala kepolisian di kota Lufeng, Provinsi Guangdong.
"Diberhentikan dari jabatan publiknya karena terlibat dalam urusan bisnis yang menggunakan kartu identitas palsu," demikian diberitakan kantor berita resmi China, Xinhua dan dilansir AFP, Rabu (6/2/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zhao, pejabat kepolisian senior dan pejabat Partai Komunis lokal tersebut, menjadi bahan pemberitaan media China pada Selasa, 5 Februari kemarin. Seorang pengusaha diberitakan menuduh Zhao memiliki 192 rumah di kota Huizhou, Shenzhen dan Zhuhai. Namun tidak disebutkan lebih lanjut nilai seluruh properti yang dimiliki Zhao tersebut.
Pengusaha tersebut juga melaporkan bahwa Zhao melakukan penipuan dengan menggunakan identitas palsu dalam aksinya tersebut. Pasca pelaporan ini, identitas palsu Zhao langsung diblokir oleh polisi setempat.
Adanya laporan-laporan tersebut semakin memicu kecurigaan publik soal bagaimana Zhao, yang seorang polisi bisa memiliki sejumlah properti dan bahkan perusahaan yang tentunya bernilai miliaran yuan.
Menanggapi kasus ini, Komisi Disiplin Partai Komunis untuk wilayah Lufeng menyampaikan hasil investigasinya. Terlebih Zhao merupakan wakil sekretaris dari Partai Komunis cabang Lufeng. Menurut komisi disiplin tersebut, seluruh properti yang diduga milik Zhao bukanlah miliknya. Melainkan milik adik laki-lakinya, yang berprofesi sebagai pengusaha. Dalam keterangan yang dikutip media setempat, Zhao mengakui dirinya hanya membantu 'mengelola' bisnis adiknya tersebut.
(ita/nrl)











































