Ditegaskan Cameron, rancangan untuk mengizinkan pernikahan gay akan "membuat masyarakat kita lebih kuat". Dalam voting tersebut, lebih dari separuh anggota parlemen dari partai Konservatif menolak mendukung Cameron soal pernikahan gay.
"Kedua pihak sama-sama memiliki pandangan kuat namun saya yakin voting para anggota parlemen agar kaum gay bisa menikah juga, merupakan satu langkah besar bagi negara kita," kata Cameron usai voting parlemen soal RUU pernikahan gay tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pernikahan adalah soal cinta dan komitmen, dan seharusnya hal itu tak bisa disangkal lagi bagi orang-orang hanya karena mereka gay," tuturnya.
Dalam voting tersebut, sebanyak 400 suara mendukung sementara 175 suara menolak. Suara terbanyak berasal dari partai Lib Dems dan oposisi Partai Buruh. Namun hanya 127 dari 303 anggota partai Konservatif pimpinan Cameron yang mendukung RUU tersebut. Sementara 136 anggota menolak dan 40 lainnya abstain.
(ita/nrl)











































