PM Medvedev Dituding Khianati Rusia dalam Video Dokumenter Misterius

PM Medvedev Dituding Khianati Rusia dalam Video Dokumenter Misterius

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 05 Feb 2013 18:28 WIB
PM Medvedev Dituding Khianati Rusia dalam Video Dokumenter Misterius
Dmitry Medvedev (AFP)
Moskow - Sebuah video dokumenter yang menyudutkan Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev tiba-tiba mencuat ke internet. Dalam dokumenter tersebut, sejumlah mantan pejabat tinggi menyampaikan tudingan bahwa Medvedev telah mengkhianati bangsa ketika masih menjabat sebagai Presiden Rusia.

Tidak diketahui pasti siapa pihak di balik dokumenter tersebut. Namun terlihat bahwa pengambilan gambar dan penyuntingannya dilakukan seperti layaknya pembuat film profesional. Demikian seperti dilansir AFP, Selasa (5/2/2013).

Tujuan film dokumenter tersebut juga tidak jelas, namun intinya menuding bahwa Medvedev melakukan pengkhianatan dalam operasi militer NATO di Libya saat itu. Medvedev disebut-sebut telah mengkhianati kepentingan Rusia terkait operasi militer NATO di Libya, dengan memilih 'abstain' saat voting Dewan Keamanan PBB yang akhirnya meloloskan operasi militer di Libya pada tahun 2011 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam dokumenter tersebut, sejumlah mantan diplomat, mantan jenderal militer, bahkan mantan perdana menteri ikut menyampaikan komentarnya. Salah satu nama yang menarik perhatian adalah Evgeny Primakov, yang merupakan mantan perdana menteri dan juga mantan kepala intelijen asing Rusia.

Komentar-komentar para mantan pejabat tersebut diselingi dengan tayangan Medvedev yang sedang tersenyum dan disandingkan dengan tayangan anak-anak di Libya yang terluka akibat konflik. Dokumenter ini lebih mirip kampanye hitam bagi Medvedev yang menjabat Presiden Rusia selama satu periode.

"Medvedev pantas diadili di pengadilan militer karena menolak untuk memveto resolusi Dewan Keamanan PBB atas Libya," demikian bunyi narasi dokumenter yang berdurasi sekitar 1 jam tersebut.

Dokumenter tersebut juga mengutip pernyataan orang-orang yang 'dibuang' semasa kepemimpinan Medvedev. Salah satunya Vladimir Chamov yang dipecat dari jabatannya sebagai Duta Besar Rusia untuk Libya karena tidak sepakat dengan kebijakan pemerintah.

Belum ada tanggapan dari pihak Medvedev maupun pemerintah Rusia atas dokumenter ini.

(nvc/ita)


Berita Terkait