"Hari ini Anda bisa melihat saya hidup. Saya bisa berbicara, saya bisa melihat Anda, saya bisa melihat semua orang dan ... saya semakin membaik dari hari ke hari. Ini berkat doa orang-orang. Karena semua orang, pria dan wanita, anak-anak, mereka semua telah mendoakan saya," tutur Malala dalam rekaman video seperti dilansir The Guardian, Selasa (5/2/2013).
"Dan karena doa-doa ini, Tuhan telah memberikan saya hidup baru dan ini kehidupan kedua. Saya ingin mengabdi. Saya ingin melayani orang-orang. Saya ingin semua gadis, semua anak berpendidikan," tandas aktivis Pakistan itu.
"Dan untuk alasan itu, kami telah mendirikan Malala Fund," imbuhnya.
Organisasi Malala Fund didirikan oleh Vital Voices, organisasi non-pemerintah global yang menggalakkan kepemimpinan wanita dan anak-anak perempuan lewat pelatihan dan mentoring.
Malala Fund akan mendukung pendidikan dan pemberdayaan kaum perempuan di Pakistan dan seluruh dunia dan akan memberikan bantuan untuk organisasi-organisasi kemasyarakatan sipil dan perorangan yang fokus ke pendidikan.
Malala selama ini dirawat di rumah sakit Queen Elizabeth di Birmingham, Inggris setelah ditembak di bagian kepala oleh Taliban. Kelompok Taliban mengklaim penembakan itu dilakukan terkait aktivitas Malala yang gencar berkampanye untuk pendidikan anak perempuan dan hak-hak kaum wanita.
Malala telah menjalani sejumlah operasi di rumah sakit Inggris tersebut. Usai kejadian penembakan itu, ayah Malala, Ziaddudin, telah diangkat sebagai atase pendidikan di konsulat Pakistan di Birmingham.
(ita/nrl)











































