Lino Oviedo (69) tewas bersama dengan pengawalnya dan juga pilot yang menerbangkan helikopter tersebut, pada Minggu (3/2) waktu setempat. Helikopter yang mereka tumpangi jatuh saat dalam perjalanan pulang ke Asuncion. Saat itu, Oviedo tengah dalam perjalanan pulang usai berkampanye di wilayah utara Paraguay.
Penyebab jatuhnya helikopter tersebut belum diketahui. Namun dugaan sementara, helikopter tersebut terjebak di tengah-tengah badai sebelum akhirnya jatuh dan menghantam tanah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semasa hidup, Oviedo pernah menjadi panglima militer Paraguay. Oviedo juga ikut menumbangkan diktator Alfredo Stroessner, yang memerintah Paraguay selama 35 tahun, pada tahun 1989 silam.
Muncul tudingan bahwa insiden helikopter tersebut bukan murni kecelakaan, melainkan sabotase. Saudara laki-laki pengawal Oviedo menuding adanya dugaan kuat helikopter tersebut ditembak.
"Ada dugaan kuat bahwa helikopter tersebut ditembak oleh pihak tertentu," ucap Diego Galeano tanpa memberikan bukti lebih lanjut.
Oviedo yang mewakili partai konservatif UNACE ini akan bertarung dengan dua kandidat lainnya dalam pemilu presiden pada 21 April mendatang. Pada tahun 2008 lalu, Oviedo juga pernah mencalonkan diri namun hanya menempati posisi ke-3 dengan perolehan suara 22 persen.
(nvc/nwk)











































